I.     TENTANG PENDEKATAN MOTIVASI

Menurut teori Frederick Winslow Taylor memandang bahwa pada dasarnya manajer memiliki kinerja yang lebih baik dari para pekerja dan para pekerja akan menunjukkan kinerjanya yang baik dengan memberikan kompensasi berupa uang.

Ada empat pendekatan yang berbeda mengenai motivasi karyawan:

1. Pendekatan Tradisional

Manajemen ilmiah menggunakan analisa sistematis terhadap pekerjaan karyawan dengan tujuan meningkatkan efisiensi. Penekanannya pada pembayaran/upah karyawan. Teori ini meyakini bahwa orang akan bekerja lebih keras demi penghasilan yang lebih tinggi. Pendekatan ini mengarah pada pengembangan sistem pembayaran insentif dimana orang dihargai karena mutu dan kwalitas hasil kerjanya.

2. Pendekatan Hubungan Masyarakat

Para manajer menyadari semakin banyaknya karyawan yang bersosialisasi didorong oleh kelompok kerja congenial. Kelompok-kelompok ini memenuhi kebutuhan sosial tertentu. Ini nampak lebih penting daripada uang sebagai motivator perilaku kerja. Pekerja yang diperlakukan sebagaimana mestinya dan memberikan kepercayaan telah menjadi dasar meningkatnya efisiensi. Terjadi pergeseran dari pentingnya produk/jasa menjadi karyawan yang dipandang sebagai sumber yang paling berharga.

3.      Pendekatan Sumber Daya Manusia

Pendekatan ini membawa konsep stimulan ekonomi dan sosial kepada semua orang. Pendekatan ini mengakui bahwa pekerja adalah kompleks dan memiliki motivasi yang berbeda. Dengan asumsi bahwa karyawan memiliki kompetensi dan mampu membuat kontribusi besar, para manajer bisa memperkaya kinerja organisasi. Pendekatan sumber daya manusia menjadi dasar kerja perspektif kontemporer terhadap motivasi karyawan.

4. Pendekatan Kontemporer

Pendekatan ini menekankan pada analisa kebutuhan dasar manusia. Dengan memberikan pandangan pada kebutuhan orang didalam organisasi Anda bisa membantu manajer memahami bagaimana kebutuhan bisa dipenuhi di tempat kerja. Pada saat kita memahami kebutuhan manusia, kita bisa fokus pada proses pemikiran yang mempengaruhi perilaku. Pusat perhatian kemudian berpindah menjadi bagaimana karyawan mencari penghargaan di tempat kerja. Ketika alur motivasi ini ditetapkan, Anda bisa mengembangkan sistem yang mendorong ke arah perilaku tersebut.

II.            TENTANG TEORI MASLOW

Ringkasan Materi Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Ket:

a.     Kebutuhan Fisiologikal

Kebutuhan dasar atau kebutuhan yang paling rendah dari manusia.sehingga mereka berusaha keras untuk mencari rezeki dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.contohnya: kebutuhan sandang,pangan,papan,istirahat,rekreasi,tidur,dan hubungan sekk.

b.    Kebutuhan Keselamatan

Kebutahan keselamatan itu dapat berupa menabung,mendapatkan tunjangan pensiun,asuransi kesehatan dan keselamatan,memasang pagar dll

c.     Kebutuhan Berkelompok dan Penghargaan

Kebutuhan kelompok dapat berupa membina keluarga,bersahabat,bergaul,bercinta,menikah,mempunyai anak,dan bekerja sama.Sedangkan  kebutuhan penghargaan dapat berupa ucapan terima kasih,mendapatkan hadiah dll.

Kesimpulan:

Kelemahan dari teori Maslow ini adalah

1.   Sukar membuktikan bahwa kebutuhan manusia itu mengikuti suatu hierarki

2.   .Terdapatnya kekuatan kebutuhan yang berbeda pada setiap individu.terutama             pada tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

3.   Timbulnya kebutuhan yang lues sehingga sulit menetapkan suatu ukuran yang  memuaskan segala pihak.

Kelebihan dari teori Maslow ini dapat berguna untuk menjelaskan mekanisme motivasi seseorang di dalam suatu organisasi.

III.            TENTANG TEORI X & Y DARI MC GREGOR

Ringkasan materi

Perbedaan Teori X dan Y dari McGregor

A.Ciri-ciri Teori X

1.      Malas belajar serta sikap bekerjanya pasif dan menentang perubahaan

2.      Mau bekerja kalau diperintah,diancam,sehingga perilaku mereka memenuhi kebutuhan organisasi itu.

3.      Senang menghendaki pengarahan dan menghindar dari tanggung jawab

4.      Tidak berambisi dalam meningkatkan kesejahteraan hidup dan cukup menjadi anak bauah saja.

5.      Tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri dalam meningkatkan kesejahteraan hidup.

B.Ciri-ciri Teori Y

1.      Rajin belajar serta sikap bekerjanya aktif,karena bekerja adalah bermain sehingga menyenangkan

2.      Bekerja atas kesadaran sendiri,kurang senang diawasi dan kreatif dalam memecahkan masalah.

3.      Bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan

4.      Berambisi dalam meningkatkan kemakmuraan dan kesejahteraan hidup.

5.      Mampu mengendalikan dirinya sendiri sendiri dalam mencapai tujuan organisasinya dengan mengembangkan sikap mandiri.

Kesimpulan:

Teori X & Y yang dikembangkan oleh McGregor menggambarkan atas dasar karakteristik manusia merupakan anggota organisasi dalam hubungannya dengan penampilan organisasi secara keseluruhan dan penampilan individu dalam melaksanakan tugasnya.jadi menurut teori ini seorang manajer/laeder haruslah mempunyai jiwa pemimpin dalam memberikan motivasi kepada para pekerja sehingga dapat bekerja dengan rajin,kreatif dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

IV.            TENTANG TEORI MOTIVASI ERG

Ringkasan materi

Menurut teori Alderfer disebutkan bahwa manusia itu memiliki kebutuhan yang disingkat dengan ERG (Existence, Relatedress, Growth). Manusia menurutnya yaitu pada hakekatnya ingin dihargai dan diakui keberadaannya ingin diundang dan dilibatkan(eksistensi).Manusia sebagai sosial ingin berhubungan atau bergaul dengan manusia lainnya(relasi).Manusia juga ingin meningkatkan taraf hidupnya menuju kesempurnaan(ingin selalu berkembang)

Kesimpulan:

Menurut teori Alderfer mengungkapkan bahwa manusia yang gagal memenuhi kepuasaanya menjadi putus asa,dan para pekerja juga mengalami kemunduran akibat kurangnya perhatian atau motivasi yang diberikan oleh manajer sehingga para pekerja malas untuk meningkatkan mutu dan produktifitas pekerjaannya.tetapi sebaliknya para mamajer juga berusaha memberikan motivasi yang kuat kepada pekerja karena para pekerja juga makhluk social yang ingin dihargai hasil kerjanya sehingga para manejer  memberikan penghargaan baik berupa materi maupun non materi.

V.            TENTANG TEORY DUA FACTOR

Ringkasan materi

Menurut Herzberg uang bukan memotivasi tetapi menyehatkan.penemuannya mengusulkan dengan kepuasaan yang menimbulkan kontravensi dari beberapa ahli dalam menentukan dua factor yang mempengaruhi motivasi kerja.

1.      Faktor motivasi(Intrinsik)

  • Prestasi
  • Penghargaan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Tanggung jawab
  • Pertumbuhan dan perkembangan

2.      Faktor Kesehatan(Ektrinsik)

  • Supervise
  • Kondisi kerja
  • Hubungan interpersonal
  • Bayaran dan keamanan
  • Kebijakan perusahaan

Kesimpulan:

Menurut Herzberg dalam analisisnya mengatakan bahwa seseorang haruslah melihat pada dirinya sendiri pada masa lampau.tetapi Korman mengkritik teori dari Herzberg yang mengatakan bahwa dengan peristiwa yang baru yang terjadi menyebabkan orang yang tidak mampu mengingat kembali kondisi kerja yang paling baru dan dalam metodologinya terdapat unsur perasaan.

VI.            TENTANG TEORI HARAPAN(VICTOR VROOM)

Ringkasan materi

Motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seorang dan pekiraannya yang bersangkutan bahwa tindakan akan mengarah kepada hasil yang dinginkan.

Menurut teori Lewin dan Victor Vroom mengembangkan suatu teori motivasi dengan memasukkan intensitas motif seseorang untuk melakukan sesuatu dengan mengembangkan fungsi nilai atau kegunaan dari setiap hasil yang dicapai dengan persepsi kegunaan suatu tindakan dalam upaya mencapai hasil yang diharapkan.

Victor Vroom mendasari teorinya pada tiga konsep penting yaitu:

1.      Harapan yang merupakan probabilitas yang memiliki nilai yang berkisar nol yang berarti tidak ada kemungkinan hingga satu berarti pasti.

2.      Nilai yang merupakan akibat dari prilaku tertentu yang mempunyai nilai dan martabat tertentu

3.      Pertautan yang merupakan persepsi individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.

Kesimpulan:

Dinyatakan dengan cara yang sangat sederhana,teori harapan berkata bahwa jika seseorang mengiginkan sesuatu dengan harapan untuk memperolehnya yang cukup besar sehingga orang yang bersangkutan akan terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya.Jika harapan seseorang itu tipis,maka motivasinya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan itu masih rendah.sehingga diperlukannya motivasi yang kuat dari seorang manejer untuk membakar semangat para pekerja dalam mencapai goal yang membanggakan perusahaan.

VII.            TENTANG TEORI PENGUATAN

Ringkasan materi

Teori penguatan merupakan sebuah fungsi dari konsekuensi-konsekuensinya jadi teori tersebut mengabaikan batin individu dan hanya berpusat pada apa yang terjadi pada seorang ketika ia melakukan tindakan.

Proses pembentukan teori penguatan

Rangsangan—Tanggapan—konsekuensi—tanggapan dimasa yang akan dating

Kesimpulan:

Teori pengautan memberikan gambaran bagi seorang manajer yang akan mengubah perilaku pegawai dari yang tidak disiplin menjadi lebih disiplin dalam bekerja dengan mengembangkan teori motivasi yang ada dalam menguatkan perstasi para pekerja dengan memberikan penghargaan berupa hadiah bagi yang ontime(tepat waktu) serta memberikan hukuman atau peringatan bagi para pekerja yang terlambat.

I.            TENTANG KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

A.      PENGERTIAN
Kepemimpinan (leadership) adalah bagian tersendiri dari manajemen. Manajer dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen memerlukan adanya kepemimpinan. Pada intinya dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

B. TEORI KEPEMIMPINAN

Sebelum mencoba untuk menganalisa kedudukan kepemimpinan dalam suatu organisasi perlu ditelusuri dulu perkembangan teori kepemimpinan yaitu :

1.      TEORI SIFAT KEPEMIMPINAN

2.      TEORI KELOMPOK

3.      TEORI SITUASIONAL

4.      TEORI PTH-GOAL

5.      TEORI GENETIS / KETURUNAN

6.      TEORI SOCIAL

7.      TEORI EKOLOGIS / BAKAT

8.      TEORI KELEBIHAN

9.      TEORI KHARISMATIS

C.     TIPE KEPEMIMPINAN

Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu sebagai berikut :

1.      TIPE KEPEMIMPINAN OTOKRATIS

2.      TIPE KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE

3.      TIPE KEPEMIMPINAN MILITERISTIK

4.      TIPE KEPEMIMPINAN PATERNALISTIK

5.      TIPE KEPEMIMPINAN KARISMATIS

6.      TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS

7.      TIPE KEPEMIMPINAN OPEN LEADERSHIP

D.    SYARAT-SYARAT PEMIMPIN YANG BAIK

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa seorang yang tergolong sebagai pemimpin adalah seorang yang pada waktu lahirnya yang berhasil memang telah diberkahi dengan bakat-bakat kepemimpinan dan karirnya mengembangkan bakat genetisnya melalui pendidikan pengalaman kerja.

Kesimpulan:

Seseorang akan dapat menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana karena telah memiliki suatu kelebihan dibandingkan anggota lainnya.oleh karena itu esensi kepemimpinan harus mampu tidak hanya memberikan contoh  tetapi juga harus memberikan keteladanan  bagi bawahannya.jadi tuga seorang pimpinan perusahaan adalah melaksanakan manajemen perusahaan sebagai fungsi maupun sebagai tugas.

II.            TENTANG KONFLIK DALAM ORGANISASI

Konflik dalam organisasi, menurut Minnery (1985) merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan. Konflik dalam organisasi, sering terjadi tidak simetris, terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993)

Sumber utama konflik dalam organisasi

Dalam sebuah organisasi khususnya organisasi besar, dalam hal pembagian kerja, sering menimbulkan konflik, antara unit kerja yang ada atau konflik antar organisasi. Timbulnya konflik ini dikarenakan adanya perbedaan tujuan antara satu pihak dengan pihak lain yang terlibat dalam konflik tersebut.
Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan koordinasi antar struktur dalam organisasi atau antar organisasi sehingga dapat meminimalkan terjadinya perbedaan.

Ross (1993) mengemukakan ada dua sumber konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi atau kelompok, adalah adanya unsur persaingan dan unsur kekuatan. Menurut teori struktur, konflik dipicu oleh sosial adanya persaingan antara pihak-pihak yang berkepentingan.Tindakan terhadap pihak lain dalam pemikiran teori struktur social akan menciptakan tantangan nyata untuk meningkatkan solidaritas dan respon kolektif dalam menghadapi lawan. Selanjutnya pihak-pihak tersebut melakukan konsolodasi secara sadar sehingga membentuk suatu kekuatan dalam menghadapi konflik tersebut.

Disisi lain, Teori Psychoculttural melihat konflik sebagai kekuatan psikologi dan cultural. Teori ini menunjukan bahwa suatu pihak perlu memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal dan tingkah laku pihak lain.

Menangani konflik

Berdasarkan kedua sumber konflik di atas, memerlukan penanganan konflik yang berbeda. Teori structural menerangkan bahwa strategi manajemen konflik memerlukan perubahan kondisi organisasi pihak tersebut secara mendasar. Kepentingan yang divergen sangat sulit untuk dijembatani.

Sementara itu, Teori psychocultural, menekankan dalam manajemen konflik memfokuskan pada proses yang dapat mengubah persepsi atau mempengaruhi hubungan antara pihak-pihak kunci. Dalam pandangan teori ini kepentingan lebih bersifat subjektif dan dapat berubah disbanding dalam pandangan teori struktural

III.            TENTANG TIM KERJA DALAM ORGANISASI

Ringkasan materi

Salah satu dari fungsi manajemen adalah pengarahan.Pengarahan meliputi bagaimana meningkatkan dan menilai kinerja pegawainya.Penilain kinerja adalah proses mengukur prestasi kerja.Penilaian kinerja merupakan kegiatan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.dimana kinerja selalu menjadi tanda keberhasilan suatu organisasi dan orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.

Tim kerja merupakan kumpulan beberapa orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama yang juga mencerminkan pengalaman yang menyenangkan dalam mencapai harapan terhadap pengalaman masa depan.

Kesimpulan:

Jadi mennrut Salim peter,kinerja digunakan apabila seseorang menjalakan tugas atau proses dengan terampil sesuai dengan prosedur dan ketentuan yag ada.Pandangan ini menunjukkan bahwa kinerja merupakan buah hasil karya dari timkerja atau perusahaan yangdapat dilihat serta dapat dicatat waktu peroleh hanya.

Faktor yang penting dalam mendukung tim kerja/mitra kerja yaitu;

Ø  Pekerjaan secara mental menantang

Ø  Imbalan yang setimpal terhadap hasil pekerjaan

Ø  Kondisi kerja yang mendukung

Ø  Mitra kerja yang mendukung dalam meningkatkan produktivitas pekerja yang tinggi

IV.            TENTANG KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Ringkasan materi

Komunikasasi ialah proses penyampain atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain.baik langsung maupun tidak langsung.Orang yang melakukan komunikasasi disebut komunikator.sedangkan orang yang diajak berkomunikasasi disebut komunikan.Orang yang komunikatif adalah orang yang mampu menyampaikan informasi atau pesan kepada orang lain baik secara lagsung maupun tidak langsung.

Proses komunikasasi terdiri dari beberapa unsur yaitu:

Ø  Pengiriman pesan atau komunikator dan isi pesan

Ø  Bahasa pesan(coding)

Ø  Media dapat berupa telepon,radio,TV,memo,surat kabar,internet,seminar,lokakarya,dan rapat kerja.

Ø  Mengartikan pesan serta penerimaan pesan

Ø  Balikan atau respons si penerima pesan

Ø  Gangguan yang menghambat komunikasasi bukan bagian dari  komuikasasi tetapi mempunyai pengaruh terhadap proses komunikasasi.

Kesimpulan:

Dalam kehidupan ini terutama dalam dunia usaha komunisasi sangatlah penting dalam mengembangkan usaha.komunikasasi merupakan proses penyampaian informasi melalui pembicaraan.Oleh karena itu seseorang haruslah menerapkan prinsip konunikasasi dalam menciptakan komunikasasi yang efektif yaitu:

Ø  Jadilah anda sebagai pendengar yang baik dari pada banyak berbicara,tetapi tampa tindakan nyata NATO(Not Action Talking Only).

Ø  Jadilah anda sebagai pembicara yang baik dan efektif

Ø  Jadilah anda sebagai pembaca yang baik dan professional

Ø  Jadilah anda sebagai penulis yang baik dalam menciptakan karya

Ø  Jadilah anda sebagai pembelajar dan pembimbing yang baik dalam menciptakan iklim usaha yang baik.

V.                   TENTANG PENGAWASAN DALAM ORGANISASI

Ringkasan materi

Pengawasan atau pengendalian ialah proses pemantauan,penilaian,dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih lanjut.Beda antara pengendalian dengan pengawasan.Pengendalain memiliki turun tangan tidak dimiliki oleh pengawas.sedangkan pengawasan hanya sebatas memberikan saran,dimana tindak lanjutnya dilakukan oleh pengendali.

Tipe-tipe Pengawasan adalah

Ø  Pengawasan pendahuluan yang menjadi dasar dari standart dari kegiatan organisasi

Ø  Pengawasan pada saat kerja berlangsung

Ø  Pengawasan feddback(ukuran hasil kegiatannya yang tidak dilaksanakan)

Tahap-tahap dalam pengawasan

Ø  Tahap penetapan standar

Ø Tahap penentuan pelaksanaan kegiatan

Ø Tahap pembandingan pelaksanaan kegiatan

Ø Tahap Pengukuran pelaksanaan tindakan korensi

Kesimpulan:

Menurut Bapak Hafulyon M.M Pengawasan itu merupakan fungsi manajemen dalam membentuk perusahaan yang maju dalam mengembangkan dan menciptakan tenaga kerja yang professional dan handal dalam menerapakan serta melaksanakan prinsip dan fungsi pengawasan itu sendiri.

Dalam pengawasan terdapat proses pengawasan yang terstruktur yaitu imput,proses,dan output.kemudian dalam perusahaan pengawasan memiliki manfaat dan tujuan antara lain:

Ø  Menghentikan atau meniadakan kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan, dan ketidak adilan.

Ø  Mencengah terulangnya kembali kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan dan ketidakadilan.

Ø  Menciptakan suasana keterbukaan,kejujuran, partisipasi, dan                                                   akuntabilitas organisasi

Ø  Meningkatkan kinerja organisasi

Ø  Memberikan opini atas kinerja organisasi

Ø  Mengarahkan menejemen untuk melakukan koreksi terhadap masalah

Ø  Menciptakan terwujudnya pemerintahan yang bersih

VI.          GLOBALISASI ORGANISASI

Banyak sekali tantangan yang timbul terutama diera globalisasi dan industrialisasi. Seperti contohnya organisasi yang bergerak dibidang, ekonomi, bisnis tentu akan banyak sekali mendapatkan tantangan dalam menjalankan organisasinya. Tantangan yang umumnya akan dihadapi yaitu sebagai berikut.

1.      Persaingan

Persaingan timbul karena banyaknya organisasi yang bermunculan yang bergerak di bidang sama. Diera globalisasi ini, persaingan merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindarkan.

2.      Tekanan meningkatkan kualitas dan produktifitas

Seiring dengan perkembangan peradaban, kebutuhan hidup manusia semakin meningkat dan semakin kompleks. Tuntutannya di jaman sekarang tidak hanya sekedar menuntut banyak atau kuantitas melainkan lebih mementingkan segi kualitas.

3.      Kesempatan-kesempatan baru

Berkembangnya teknologi informasi, membuat manusia semakin cepat dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru. Hal itu tentunya akan membuka kesempatan-kesempatan baru.

4.      Deregulasi

Salah satu penyebab terjadinya persaingan adalah adalnya deregulasi atau pengurangan maupun penghapusan dari aturan-aturan yang sebelumnya.

5.      Keragaman Tenaga Kerja

Sumber daya manusia atau dalam industri lebih dikenal dengan tenaga kerja merupakan elemen dari organisasi.

6.      Sistem Sosial, Politik, Hukum Baru

Secara langsung ataupun tidak langsung, sistem yang berada diluar organisasi atau perusahaan seperti sistem sosial, politik dan hukum yang baru dan berkembang akan mempengaruhi suatu sistem organisasi tersebut.

Tantangan-tantangan tersebut bisa diatasi dengan cara yang bijak. Dalam suatu perusahaan contohnya dituntut untuk melakukan perubahan-perubahan seperti:

1.      Pengubahan Struktur Organisasi

Suatu organisasi yang awalnya tipikal piramid dituntut untuk bertransformasi menjadi datar. Karena semua pegawai atau pelaku organisasi apapun   jabatannya harus mampu berinteraksi dengan siapa saja seperti berinteraksi dengan orang yang berada diatasnya.

2.      Pemberdayaan Pegawai

Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai harus diberdayakan dengan baik dan optimal. Agar kinerja pegawai meningkat dan produktif.

3.      Kerja yang dirancang menjadi suatu team

Pekerjaan yang dibentuk dengan beberapa team akan mampu menimbulkan sikap kompetitif sehingga akan menghasilkan kinerja yang bagus dan muncul inovasi baru.

4.      Landasan suatu kekuatan berubah

Di era globalisasi, ide-ide atau gagasan yang baiklah yang lebih tepat dalam menyelesaikan permasalahan.

5.      Manajer harus mampu membangun komitmen

Manajer dituntut untuk mampu menumbuhkan komitmen pada bawahannya agar tujuan-tujuan organisasi tersebut tercapai.

6.      Berorientasi kepada Human Capital

Human kapital ialah suatu pandangan yang meletakan manusia sebagai unsur penentu keberhasilan suatu organisasi. Tidak hanya manajer tingkat atas, melainkan para bawahan atau pegawai pun turut andil dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.